Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2018

SELAMAT HARI ANAK NASIONAL

Gambar

Dalam spekulasi

Setahun sudah. Bagiku kala itu cukup dijadikan pembelajaran, sebagai pengingat. Tapi, setahun tetap berjalan dan meninggalkan awal yang lalu.
Hingga kamu dan spekulasi yang kusebut serba-tidak-enakan serta aku dan spekulasi yang kusebut biarkan-berlalu-saja. Namun spekulasiku berubah, tidak. Tepatnya aku paksa ubah, menjadi spekulasi yang kuharap dapat mematikan pikiran dan hati yang seharusnya tidak perlu ada tentangmu. "Semua orang menanyakan, bagaimana kamu bisa begitu? Seharusnya tidak!" Sanggup jawab apa aku? (Continue)

Telat Membangun Dinding

Dinding kakak-kakak itu tinggi sekali. Dinding yang dibangun dari keteguhan iman mereka. Melindungi hati mereka dari yang seharusnya tak perlu ada. Untuk menjaga hati. Mereka tak bergeming, tetap bertahan walau aku tidak tahu apa yang sebenarnya mereka rasakan. Kakak-kakak itu, begitu keras pada diri. Tidak membiarkan ada celah sedikit pun. Bagiku yang terbiasa, komunikasi tidak kuhindari selagi memang semuanya hanya bercanda dan ngobrol, pikirku. Tapi sungguh, aku melupakan pihak kedua dan menyepelakan hal kecil yang ternyata dampaknya begitu rumit. Sekarang aku paham, inikah rasanya tidak tahu perasaan dan maksud dari pihak kedua? Bagiku, untuk belajar menjaga hati, tidaklah mudah. Berusaha membangun dinding kala sudah ada yang masuk. Ini karena aku menyepelakan hal kecil tersebut. Kini hal kecil sudah tumbuh menjadi besar. Aku pikir dapat membuangnya keluar, tapi ternyata malah terasa begitu perih. Kini aku mengerti alasan mengapa kakak-kakak itu membangun dinding sedemikian tinggi…

Dia Panutan!

Ada yang bilang kita gak boleh melihat orang lain, kita harus maju dan fokus pada diri sendiri karena ketika kita melihat ke orang lain maka akan membuat kita underestimate diri sendiri. Akan tetapi, kembali lagi pada masing-masing pandangan. Bagaimana caramu memandang mereka?
Setiap orang punya sisi keunggulan dan juga kelemahannya. Kadang gak memungkiri kalau gue suka melihat ke teman, senior, junior, dan sebagainya dengan pandangan "ke atas". Ya, pasti pernah kepikiran "Kok dia bisa rajin banget, kok gue engga. kenapa ya :(" "Wah dia bagus banget cara ngomongnya, cara berpenampilannya." dan sebagainya. Gue pun gak memungkiri kalau pernah menjadi underestimate ke diri sendiri, memandang diri lebih rendah dari mereka. Menurut gue ini ada dampak bagus dan ada dampak buruknya, yang sejauh ini gue rasa.
Mari ambil kasus perkataan "Udah cantik, pinter, sholeh, aktif lagi" ya, kalimat ini dampaknya tergantung kita sendiri dengan bagaimana kalimat ya…