Postingan

Menampilkan postingan dengan label dreams

Menyederhanakan mimpi yang tidak sederhana

Gambar
Hal yang harus kita pegang erat saat bermimpi adalah 'hakikat kita hidup di dunia'. Apa alasan kita diciptakan oleh Allah di dunia? Apabila kita paham, tujuan kita hanya satu. Rabb. Mengejar akhirat dan kemudian dunia yang akan mengikuti. Aku baru memahami benar di usia menuju 23 tahun. Ketika rasanya kegalauan hidup mulai mendera, selalu mengingatkan diri untuk kembali ke Rabb yang Maha Agung.  Dulu, saat masih ABG-remaja(sekarang harus udah dewasa soalnya😄) yang aku tahu hal tertinggi di settingan life map adalah mimpi utama, yaitu memiliki usaha dan kebun coklat. Kini, aku tahu, sejatinya sebagai perempuan itu adalah hal kesekian dan yang tertinggi adalah menjadi seorang istri, ibu, dan anak yang shaleha. Untuk apa memiliki usaha dan kebun coklat kalau ridho Allah tidak dapat digapai melalui suami dan orangtua? Tips ala aku untuk membuat life map adalah 1, tuliskan berdasarkan tujuan terbesar kita sebagai makhluk Allah di muka bumi. Kemudian dari situlah anak ja...

Anak-anak merupakan aset masa depan dan permata untuk bangsa

Sebagai pengingat kembali Bahwa semangat itu masih ada Repost tulisan saya sendiri dari selasar Note: Essay yang saya tulis kala itu saat mengikuti seleksi salah satu beasiswa bergengsi di kampus Kisah cinta berawal dari lulus seleksi menjadi Volunteer Lentera Desa tahun 2015-2016 yang diadakan oleh organisasi BINA DESA BEM KM IPB. Saya benar-benar jatuh cinta. Kala itu organisasi Bina Desa yang didanai Samawa Foundation memilih tiga anak kelas 6 SD yang akan menghadapi Ujian Nasional untuk dijadikan Beswan. Anak-anak ini berpotensi dengan kepintaran yang mereka miliki namun memiliki dinding penghalang bernama ekonomi. Saya sebagai volunteer diminta untuk membantu mereka dalam memahami dan mengerjakan soal-soal latihan UN serta memotivasi mereka untuk terus semangat melanjutkan pendidikan. Tiga beswan ini terdiri dari dua orang anak perempuan dan seorang anak laki-laki. Anak laki-laki ini mendapatkan dukungan penuh dari orangtuanya walaupun dia memang tidak sepintar kedua teman ...

[Tazkiah's thoughts] Meredam mimpi apakah sama dengan tidak merdeka?

Aku selalu berkeinginan untuk pergi menjelajah tempat   yang belum pernah kukunjungi Melihat pemandangan alam di tempat tersebut Bertemu dengan masyarakat lokal Berbincang Berdiskusi Tersenyum bersama Mengambil hikmah hidup yang bisa aku ambil Kemudian menjadi diriku sendiri seutuhnya Menulis kisah yang bisa aku ceritakan Merekam semuanya Mengambil gambar Melengkapi kisah yang kuceritakan Namun Aku tahu Begitu indah islam mengajarkan betapa berharganya wanita Menjaga wanita agar tidak bepergian jauh sendirian tanpa mahramnya Agar ia lebih baik tinggal di rumahnya Bila aku tidak yakin Aku akan menganggap itu semua hanya perkataan biasa Bukan suatu yang menjadi keharusan Lalu meronta Merasa tidak merdeka Tapi aku adalah wanita yang yakin kepada Allah Subhanna wa Ta’ala Aku Yakin Bahwa segala sesuatu yang diperintahkanNya adalah kebaikan untuk hambaNya Yakin Bahwa meredam mimpi bukan berarti tidak merdeka Karena ‘tidak merd...

Aku takut

Aku takut bahwasanya semangatku redup keikhlasannya Aku takut bahwasanya mimpi itu tidak membawaku Tidak membawaku lebih dekat padaMu Namun aku lebih takut Ketika hati dan logika sudah berkompromi Sepakat untuk mulai seirama melangkah Tapi kakiku malah mundur Bahkan tak mau maju Aku lebih takut Umurku termakan waktu Tanpa aku mencoba Mimpi itu begitu jelas nyata bagiku Tangis pun terasa tulus hanya dengan membayangkannya Sungguh, aku hanya ingin ridhoMu Mengumpulkan bekalku Dan membungkusnya menjadi hadiah untukMu dan kedua orangtuaku Walau memang Kau tak butuhkan itu Ya Rabb, Ridhoilah mimpi hamba. Kuatkanlah diri ini, seorang gadis yang tak memiliki apa-apa. Engkaulah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang