Postingan

Menampilkan postingan dengan label loves

Telat Membangun Dinding

Dinding kakak-kakak itu tinggi sekali. Dinding yang dibangun dari keteguhan iman mereka. Melindungi hati mereka dari yang seharusnya tak perlu ada. Untuk menjaga hati. Mereka tak bergeming, tetap bertahan walau aku tidak tahu apa yang sebenarnya mereka rasakan. Kakak-kakak itu, begitu keras pada diri. Tidak membiarkan ada celah sedikit pun. Bagiku yang terbiasa, komunikasi tidak kuhindari selagi memang semuanya hanya bercanda dan ngobrol, pikirku. Tapi sungguh, aku melupakan pihak kedua dan menyepelakan hal kecil yang ternyata dampaknya begitu rumit. Sekarang aku paham, inikah rasanya tidak tahu perasaan dan maksud dari pihak kedua? Bagiku, untuk belajar menjaga hati, tidaklah mudah. Berusaha membangun dinding kala sudah ada yang masuk. Ini karena aku menyepelakan hal kecil tersebut. Kini hal kecil sudah tumbuh menjadi besar. Aku pikir dapat membuangnya keluar, tapi ternyata malah terasa begitu perih. Kini aku mengerti alasan mengapa kakak-kakak itu membangun dinding sedemikian tingg...

Untuk ‘sedikit’ peduli

   Kau berucap padaku “Untuk apa peduli ketika bahkan mereka tidak peduli? Untuk apa peduli ketika dunia tak akan membaik? Untuk apa peduli namun berbalas rasa sakit?”    Ah iya, barangkali sebab kemuakanmu pada sikap orang terhadapmu, barangkali sebab sakit hatimu, dan barangkali karena jatuhnya ekspektasimu.    Tapi, aku yakin kau tahu bahwa dunia tidak hanya berisi keegoisanmu. Tunggu, bukan keegoisan namun ketidakpedulianmu. Apa benar merasa peduli ketika berharap mendapat balasan yang memuaskan?    Kamu berucap lagi setelah merasa enggan mencoba “Terserahku, terserah kenyamananku.”    Aku rasa bukan itu bagian dari indahnya hidupmu.    Hei, kita hanya perlu berusaha lebih untuk memahami. Dan tentu, ditambah dengan keikhlasan.    Sedikit pemikiran: Kepuasan bukan hanya dari apa yang kau terima namun dari apa yang kau beri .   Hidup itu selalu ada-ada saja. Sungguh ada-ada saja. Tiap har...

How to be 'positive' and happy with the easiest way

Well, i don't have a deep knowledge nor i am a good motivator. nah. I just wanna tell about... 'trying to be a happy person everyday', even you have a big problem that needed to be solved.  What inside my mind and my heart is-'positive' and happy with the easiest way by smiling to our brother's/sister's/friend's/etc face. it's really work, it's affect our heart an boost our mood especially when they are also smiling.  is it hard for you to smile? just give it a try! sometimes, one thing that makes us afraid to smiling is 'suudzon' (negative thinking) to others. we afraid they will not response us with big and cheerful smile the same like we do. We afraid they will give us a flat expression, or we afraid they think we are an overact person. just don't care about what people think! if the smile is comes up from our deepest heart, even they not respond us, it is really okay because there is always benefit for ourselves, don't worry :...

Karena Allah Cukup Bagiku

Rasa kecewa, ia hadir karena pengharapan pada manusia. Rasa gelisah, ia hadir karena kepercayaan pada manusia Bahwa mereka mengatakan bersama namun nyatanya tidak Melangkah maju namun sendirian Mengajak maju namun tak diikuti Dicari kata-kata yang pas ternyata sulit ya :) Mencari nilai hidup itu yang kucari, nilai yang kupercaya sebagai 'passing grade'ku kelak dihadapanNya. Suatu pergerakan skala besar memang mengutamakan kerja tim. Tapi jangan harap, kamu dapat menemukan satu frekuensi yang sama. Karena alasan untuk terlibat tiap orang berbeda. Itu hikmah yang didapat, ketika aku merasa bergerak sendiri. Lalu mempertanyakan Apakah kemurnian amanah tidak sejalan dengan idealisme diri sehingga ia mudah dinodai? Atau adanya kemungkinan, kenyamanan diri tidak ditemukan sehingga ia (amanah) ditinggalkan? Nyatanya, pertanyaan-pertanyaan tersebut bagaikan racun. Racun yang merusak kemurnian hati. Merusak muhasabah diri karena tak dipungkiri, hal itu pernah terjadi pada di...

Tamparan Keras Dari Allah

Gambar
Jeng jengggg. Mau nulis tapi lagi mau uas. Wkwkw nanti abis uas nulisnya

YOU LOOK HAPPIER

      Now, at the age of 20. I’ve got so many things, faced several problems and solve it in my own way. See life from many perspectives and still counting. Feel this and that, thought this and that. Know people and be friends. Laughing together and forget the feeling of sadness. Don’t care about being single and don’t have any boyfriend because I don’t want to have one (and sure it is not allowed haha). I just don’t care and yet I know if somebody in love with me. Of course I don’t want to be like this, it just not on the right timing. Do I like someone? Yes I do, and sure he do not know and it feels right and better. “lets just improve yourself and be better every day!” that my principle, and believe that Allah will give me the best one. He worth for me, and im worth for him. That what I called “focus on the future” and look happier day by day. Not because there is no problem which is blocking your way. but because you are believe in yourself that you can...