Postingan

Untuk ‘sedikit’ peduli

   Kau berucap padaku “Untuk apa peduli ketika bahkan mereka tidak peduli? Untuk apa peduli ketika dunia tak akan membaik? Untuk apa peduli namun berbalas rasa sakit?”    Ah iya, barangkali sebab kemuakanmu pada sikap orang terhadapmu, barangkali sebab sakit hatimu, dan barangkali karena jatuhnya ekspektasimu.    Tapi, aku yakin kau tahu bahwa dunia tidak hanya berisi keegoisanmu. Tunggu, bukan keegoisan namun ketidakpedulianmu. Apa benar merasa peduli ketika berharap mendapat balasan yang memuaskan?    Kamu berucap lagi setelah merasa enggan mencoba “Terserahku, terserah kenyamananku.”    Aku rasa bukan itu bagian dari indahnya hidupmu.    Hei, kita hanya perlu berusaha lebih untuk memahami. Dan tentu, ditambah dengan keikhlasan.    Sedikit pemikiran: Kepuasan bukan hanya dari apa yang kau terima namun dari apa yang kau beri .   Hidup itu selalu ada-ada saja. Sungguh ada-ada saja. Tiap har...

How to be 'positive' and happy with the easiest way

Well, i don't have a deep knowledge nor i am a good motivator. nah. I just wanna tell about... 'trying to be a happy person everyday', even you have a big problem that needed to be solved.  What inside my mind and my heart is-'positive' and happy with the easiest way by smiling to our brother's/sister's/friend's/etc face. it's really work, it's affect our heart an boost our mood especially when they are also smiling.  is it hard for you to smile? just give it a try! sometimes, one thing that makes us afraid to smiling is 'suudzon' (negative thinking) to others. we afraid they will not response us with big and cheerful smile the same like we do. We afraid they will give us a flat expression, or we afraid they think we are an overact person. just don't care about what people think! if the smile is comes up from our deepest heart, even they not respond us, it is really okay because there is always benefit for ourselves, don't worry :...

RESPON

Respon itu bagaimana sikap kita terhadap sesuatu, terhadap orang lain. Respon itu termasuk bagaimana ekspresi kita pada orang lain saat berinteraksi dengan orang lain. Kini aku paham bahwa ‘respon’ yang kita berikan kepada orang lain dapat menjadi ladang pahala bagi kita dan kupahami itu setelah mencoba menjadi makhluk sosial seutuhnya. Bersalaman, berbicara, berbaur, bertanya pada orang lain, dan aktivitas lainnya. Ada sebuah ‘respon’ yang mungkin orang lain anggap biasa namun bagiku luar biasa: Saat kemarin selesai kuliah, aku beranikan diri menghampiri profesorku yang baru saja mengajar 2 jam 40 menit di kelas. Aku bertanya mengenai bagaimana ekonomi masyarakat di zona penyangga, bagaimana pengambilan data untuk ekonomi, bagaimanakah data primer dan sekundernya. Lalu aku jelaskan kepada beliau amanah yang saat ini sedang aku emban. Respon beliau begitu membangkitkan semangatku. Beliau mengatakan “Bagus itu, saya senang. Kalau mau hubungi kontak Whatsapp saya saja.” Kalau kamu yan...

Mengapa?

Gambar

Kita sekarang

Gambar

Proses indah itu bernama hijrah

Gambar

Yang Terlupakan

Ada impian yang terlupakan Lalu impian tersebut muncul kembali dan mengingatkan Lalu membuat air mata menetes Sebab dia terlalu jauh ditinggalkan Terlalu jauh namun tidak membuat semakin terpuruk Membuat semakin sadar Bahwa semangat itu masih ada Asa itu masih setia berada di lubuk hati Sebuah pemandangan yang diharapkan Senyuman lebar dengan dikelilingi  apa yang sudah berhasil raih Tapi Jangan lupakan Bahwa sedih selalu ada selama perjalanan Pengorbanan selalu hadir sebagai batu loncatan Semua keringat dan letih selalu menunggu di tiap perjalanan Namun di akhir perjalanan merekalah yang menambah manis senyum itu tolong Tolong Jangan menyerah Jangan menyerah lagi Kita boleh gagal, tapi jangan menyerah untuk mencoba dan terus berusaha meraih impian kita